Tampilkan postingan dengan label NARASI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label NARASI. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 Oktober 2007

PONAKAN





ANNISA RIZKI RAMADHANI


Sob, berkeluarga itu bisa sama siapa aja ya. Mau itu sama temen kita sohib kita yang penting selama ikatannya sangat kenhtel ya bisa dianggap keluarga lho. Kaya aku sob waktu dulu di Mal Ciputra punya temen yang udah kayak kakak sendiri. Kalo ada apa2 aku curhat ke dia. Mungkin karena aku gak punya kakak jadi ya seneng aja nemu temen yang lebih tua dan enak buat diajak sharing.

Farhan Fitryanto namanya. Sob dia item orangnya tapi baik hatinya. Heheheh… udah keluarga sih. Aku suka main ke rumahnya yang di Ketileng sob. Itu daerah Semarang Timur. Dia udah punya satu istri dan dua putrid yang lucu2 deh pokoknya. Yang mbarep cewek panggilannya Aya. Masih kelas taman kanak-kanak. Trus yang ragil namanya Annisa Rizki Ramadhani. Panggilannya Madha. Hiiii……kayak Patih Gajahmada aja. Tapi emang bener deh jadinya kayak anak tomboy. Hehehhe… tapi tetep lucu sih.

Madha September 30 ‘06 kemarin muncul dibumi ini. Bertepatan ama bulan Ramadhan makanya dinamain Ramadhani. Wah sob padahal waktu itu aku pengin Madha lahir 18 September lho biar kayak aku. Tapi tu bapaknya yang gak mau. Katanya kalo sampe mau keluar bareng ma tanggal ultahku mending dijahit dulu aja. Takutnya ntar bisa2 mirip aku kelakuannya yang kadang nggilani. Hehehehhe… bercanda bercanda. Waktu lahiran aku sempet nengok lho. Imut kagak kayak bapaknya. Pokoknya beda abis deh. Hehehhe…..

Eh kagak terasa kemarin September 30 ’07 udah setahun tu Madha. Jadi tambah lucu. Aku beliin aja rok2 lucu buat kado ultahnya. Selamat ulang tahun ya Madha. Semoga panjang umur sehat selalu dan jadi anak yang solehah. Dan moment tu kagak aku lewatin lho. Langsung aja deh jepret sana jepret sini biar Cuma pake kamera hape butut. Yang penting Madha lucu lucu lucu. Sekalian deh aku ampe malem di sana. Buka puasa di rumah mas Farhan lho. Thx bro….. you’ll always be my brother. Keep in touch sob……..

PAK KOHAR






PARA PEMBURU TAKJIL

Ramadhan ’07 September 29, kala itu hari menjelang sore. Sabtu senja yang cerah sob. Dan rejeki memang sudah ada yang atur sob. Seperti sob Kohar yang baru saja gajian. Hehehe….. dan sebagai bentuk syukur, dia ingin berbagi bersama aku dan sob Awin. Dan memang rejeki sudah ada yang atur sob. Berarti emang sore itu jadi rejeki aku dan sob Awin. Sob Kohar mengajak kami berbuka puasa bersama.
Sabtu senja yang cerah sob. Sob Kohar sampai rumah aku jam emapt sehabis dia pulang kerja. Disusul sob Awin yang nyampe di rumah aku. Setelah berbersih diri dan bersiap akhirnya kami meluncur ke jalanan kota Semarang. Bisa dibilang saat itu kami adalah para pemburu takjil. Hehehheh….. perjalanan dilalui dengan penuh rintangan sob. Habis jalanan ibukota kala itu sangat macet. Mobil berjalan merangkak pelan. Motor mencari celah yang bisa dilewati. Pelan tapi pasti kami tiba di masjid baiturrahman. Tepat setelah kami memarkir motor, azan mahrib berkumandang. Waktu buka tiba sob.
Mulailah kami para pemburu takjil bergerilya kesana kemari. Dan ternyata sob emang panitia masjid telah mempersiapkan takjil bagi siapa saja yang ada di sekitar masjid. Segelas minuman es kelapa muda yang menyegarkan dihidangkan di sana gratis. Sikat aja sob….hheheheheh…. dan memamg pas waktu kita ke sana sob. Ternyata tak hanya panitia masjid yang menyediakan takjil. Salah satu produsen motor terkemuka yang kebetulan sedang menggelar event di area masjid juga menyediakan takjil gratis. Seplastik kolak setup pisang disediakan dalam jumlah cukup banyak. Kami pun tak ketinggalan ikut menyantapnya. Suuueeeggeeerrr bener sob….. alhamdulillah.
Sob, berbuka sudah. Saatnya kewajiban ditunaikan. Shalat mahrib berjamaah. Baru setelah itu sob, Ayam Goreng Lombok Idjo di daerah Gajahmada telah menanti untuk dikunjungi. Kami sepakat makan besar di sana. Dan ternyata sob, untuk mendapatkan sesuatu emang perlu perjuangan. Bayangin sob, untuk makan di sana kami harus antri panjang. Benar-benar sangat ramai sekali pengunjung Lombok Idjo saat itu. tapi tak mengapalah toh kita dapat urutan no. 8. tak lama kok sob, kami dipanggil untuk dapat segera order menu. Wah sob, langsung aja aku order yangh belum pernah. Empal penyet sambel trasi. Mmmm…….yami ternyata. Hanya dengan gocek 6000 perak sob. Kalo sob Kohar dan sob Awin pesennya ayam goreng lombok idjo. Pesen yang paha ma minumannya jus pisang dan soda gembira. Aaaajjjjjjiiiiiiibbbbbbb……….lahab kami menyantapnya sambil ngobras sana sini. Kenyang……puas….bayar deh. Jam 7.30 malam baru kami selesai dan pulang menuju rumah masing-masing. Terimakasih sob Kohar buat traktirannya. Semoga semakin lancar jalan rejekinya. AMIN.

Senin, 24 September 2007

NGANYARI NGABUBURIT…………

Sob, masuk sepuluh hari yang kedua di bulan ramadhan ini sob kita. Gak terasa ya, hehehehe…… Tapi sob, biar gini cerita apapun dan kapanpun terjadinya tetep asik buat dibaca lho. Kayak yang satu ini. Pas di awal ramadhan 1428 H. Tanggal 13 September 2007 hari Kamis, kala hari menjelang sore. Kala itu puasa hari pertama. Kala itu sob aku, bung abid baru saja membeli kamera baru. Aku, bang awin, bung abid, adiknya dan istrinya sepakat untuk “nganyari”. Saat itu kami nganyari dua hal, kamera bung abid dan nganyari buka puasa di hari pertama ramadhan. Singkat cerita sob akhirnya cerita itu tercipta.
Sob waktu kala itu masih menunjukkan pukul 3 sore sementara saat berbuka masih lama. Kita ngashar dulu sob baru ngabuburit. Kita sepakat ngabisin waktu sore itu di pantai Maron. Buat aku, itu adalah kunjunganku yang ketiga dalam kurun waktu satu minggu. Hehehhe… emang indah sih sob….jadi setelah ngashar kita langsung meluncur ke Maron. Beda dari hari Sabtu atau Minggu sob, hari itu hari kerja. Dan ternyata suasana pantai lebih tenang damai karena pengunjung sedikit. Kita bisa menyusuri tepi pantai dengan leluasa. Kita bisa berfotoria dengan berbagai macam pose sesuka kita. Yang pasti have fun. Jepret sana jepret sini wow keren……
Dan aku tak ketinggalan membuat kenangan di sana. Sob, aku kumpulin bekas kulit kerang yang tersebar di sekitar pantai. Lalu aku susun menjadi rangkaian huruf yang membentuk sebuah nama. Nama seseorang yang udah nyuangkut di ati. Kulit kerang yang putih bersih ditata di atas pasir hitam yang jantan. Dan jika aku boleh berfilosifi sob, hitam dan putih adalah pasangan yang ada dan akan terus ada. Hitam dan putih adalah dua sisi dunia yang menjadi dasar warna warni kehidupan insani. Dan jika lebih jauh memaknainya, nama itu adalah harapanku. Tak lupa sob, momen itu kuabadikan. Setelah selesai sob, kerang2 yang terangkai itu kukumpulkan kembali untuk aku serahkan kembali ke pelukan air pantai. Biar air-air itu membawanya pergi ke lautan luas. Dan kalau boleh diibaratkan seluas lautan itulah harapanku.
Akhirnya sob, matahari mulai masuk ke peraduan. Senja tiba dengan sunsetnya yang menawan. Hari menjelang malam. Tiba saatnya berbuka puasa. Perjalanan kita lanjutkan untuk mahriban dulu sob. Baru setelah itu kita buka puasa bersama dengan sepiring nasi goreng Pak Karmin cabang Mberok yang warungnya terletak di jln. Gajahmada. Dan aku sepakat dengan kata Fauzi Badilah dalam acara TV nikmatnya dunia, AJJJJIIIIIBBBBBB……… tak hanya berhenti di situ sob, kuliner ternyata masih berlanjut karena setelah itu kami sepakat untuk mencari hidangan penutup yaitu es marem di daerah Kranggan. Lagi-lagi AJJJJIIIIIBBBBB………
NGANYARI NGABUBURIT YANG AJJJJIIIIIIBBBBBBB…………

Selasa, 18 September 2007

USIA BARU SOB………


Selamat pagi dunia

Ambil lagi nyawa

Kurangi lagi usia

Sudahkah ukir cerita

Tuk teman sukma

Kala terjemput Pencipta

Dan itu cerita apa?

Suka suwarga

Atau duka neraka………

Sepenggal puisiku di atas sob, jadi pertanda kalo usiaku berkurang lagi. Benar sob, September 18 ‘ 07, aku berulang tahun. Usiaku kini 28 tahun. Usia yang seharusnya sudah cukup mapan dalam segala hal. Pekerjaan, pernikahan, ibadah, kedewasaan. Meski dimikian sob, aku tetep usaha kok untuk bisa memapankan diriku. Sob, bayanganku waktu aku SMA, usia 28 aku udah bekerja mapan dengan seorang istri yang menemani. Gubug mungil di sebuah perumahan menjadi tempat aku menghabiskan hari bersama istriku. Meski belum memiliki momongan, tapi itu karena aku dan istriku adalah pengantin baru. Tapi yang pasti bayanganku saat itu terasa sangat indah, berbeda dengan kenyataan yang ada saat ini.

Sob terus terang saja, usia 27 kemarin adalah usia terberatku. Masa-masa tersulitku. Dan sebenarnya semua masalah itu bersumber pada dua hal, yaitu pekerjaanku dan kehidupan asmaraku. Sob, aku cerita dari pekerjaanku dulu ya. Tepat dua hari setelah usiaku 27 tahun, aku diberhentikan dari kontrak kerjaku di Mal Ciputra Semarang tanpa ada pemberitahuan lebih awal. Kala itu September 20 ‘ 06, hari terakhir masa kontraku yang sudah satu setengah tahun itu. Dengan terpaksa manajemen Mal Ciputra Semarang memutus kontrak kerjaku. Aku sudah menjalani dua kali masa kontrak. Tapi sob, manajemen masih memberiku kesempatan tiga bulan lagi untuk kemudian dievaluasi lagi. Yahhh, aku hanya staf biasa, apa yang bisa kulakukan. Padahal aku udah berharap penuh pada pekerjaanku itu. Aku sangat menyukai pekerjaanku. Memang kesempatan itu sempat aku ambil, tapi hanya bertahan satu bulan. Setelah itu aku resign dari Mal Ciputra Semarang.

Dan ternyata kesedihanku tidak berhenti sampai di situ. Sob, di masa-masa sulit aku yang belum mendapatkan pekerjaan yang tetap, tepat pada Juli 8 ’07 mantan aku menikah. Sob, sempet juga aku tergunjang shock berat. Sob, terus terang meski sudah tidak berhubungan lagi, tapi aku masih sayang padanya. Yahhh, benar kata Dewa 19, “cintaku bertepuk sebelah tangan”. Undangan pernikahan aku terima. Di sana terpampang foto mesranya dengan laki-laki lain. Di sana juga tertulis hari dan tanggal pernikahannya. 5 hari setelah tanggal jadianku dengannya dulu sob. Aku dan dia pernah jadian Juli 3 ’97. “Sweet memory”, katanya. Sob, nggak kuku kupandangi undangan itu. Hati meronta merana dalam derita. Di foto itu, dia jadi lebih gemukan. Udah makmur dan bahagia sepertinya. Aku ikut seneng sih, mengingat perjuangan dia dulu sebelum seberhasil seperti sekarang ini. Kala itu, aku masih jadi pacarnya. Takdir tidak menjodohkanku dengannya.

Tapi sob, ada susah pasti ada senang. Aku bersyukur sob, aku masih punya sohib yang baik hati, selalu ada untuk menghiburku. Dan hebatnya lagi sob, sohiban kita udah berlangsung sepuluh tahun. Lama juga sob, mulai dari kelas dua SMA. Sob, sohib aku itu adalah Abid yang murah hati dan tidak sombong dan Awin si penulis handal berkepribadian antik. Aku Abid Awin, The Three Maskenther………, tiada lekang oleh waktu yang berjalan. Mereka buatku bahagia. Mereka buatku ketawa. Mereka hiasi hariku dengan warna. Bener sob, mereka sohib aku paling baik sedunia. Semoga selamanya ya………AMIN.

Dan kebahagiaanku masih berlanjut sob. Aku ketemu lagi dengan teman sekelas aku waktu kelas dua SMA dulu. Kini dia udah berubah. Berjilbab dan kelihatan sangat menentramkan jiwa. Dan aku tertarik padanya. Semakin hari aku semakin suka padanya. Aku sayang dia sob. Seneng juga akhirnya bisa suka lagi sama seorang gadis setelah sekian lama aku ngejomblo. Sob, aku pengen ngegantungin hatiku padanya. Sepertinya aku akan menemukan pelabuhan terakhirku. Aku mau itu sob. Aku pingin bikin dia seneng karena aku seneng padanya. Semoga dia benar-benar menjadi masa depanku.

Dan yang gak kalah penting bahkan yang terpenting, sob aku poenya keluarga yang sangat bahagia. Ada papa mama aku yang selalu ada di sampingku. Ada adik2 aku yang selalu bisa menghiburku. Mereka terus mendorong aku untuk bertahan. Mereka meyakinkanku kalo esok pasti lebih baik lagi. Mereka selalu berdoa untuk aku yang terbaik. Dan aku sayang banget keluargaku.

Itu sob, cerita aku. Dan masuk usiaku yang 28 ini, aku berharap cerita bahagiaku di atas tadi bisa tetap terjadi. Semoga 28 adalah lebih baik lagi dari sebelumnya. Bismillahirrahmanirrahim.

Kamis, 13 September 2007

MARON DAN AKU POENYA CERITA…….

Semarang, September 8 ’07. Sabtu sore hari. Waktu menunjukkan pukul 16.00 WIB. Motor kulaju menuju rumah Ayu. Sehari sebelumnya kita udah janjian mo wisata pantai. Dia bilang, “Semarang poenya pantai lho…. “. Seru juga. Seumur-umur aku hidup di Semarang, pantai Marina ato Tanjung Mas yang kukenal. Ternyata yang ini lain.

Perjalanan dari Manyaran, di mana Ayu tinggal saja udah sangat indah. Apalagi ke pantai sob… pasti tambah menyenangkan. Sob, perjalananku mulai masuk daerah Graha Padma. Salah satu perumahan elite di kawasan utara kota Semarang. Dari situ jalan yang kulai mulai tidak rata dan berdebu. Maklum sepertinya kawasan itu belum jadi seluruhnya. Tak mengapalah batinku berucap. Pelan tapi pasti, tempat tujuan hampir tergapai. Menyusuri tambak-tambak berair, cukuplah menjadi kata pengantar untuk cerita pantai yang akan terbangun nanti.

Sob, masuklah kita di kawasan pantai MARON. Orang-orang bilang demikian untuk tujuan wisata yang satu ini. Sebagai karcis masuk, kita cukup membayar 2 ribu rupiah untuk motor dan 5 ribu rupiah untuk mobil. Sangat murah menurutku, sob. Debur ombak di pantai mulai terdengar ibarat alunan gita surgawi. Dan gita itu memanggil kita untuk cepat larut di dalamnya. Benar sob, sangat indah. Pantai berpasir, meski tidak bisa dibilang pasir putih. Pasir di pantai MARON adalah pasir hitam. Tetap saja sob pantai itu bisa menarik pengunjung yang berlimpah. Ramai juga sob, sore itu.

Alas kakiku lepas, sehingga telapak kakiku dapat merasakan gelitik pasir-pasir pantai. Ditemani Ayu gadis di sisiku. Subhanallah, Maha Suci Allah. Sob, suasana itu, sedikit mengingatkanku masa SMA dulu. Di Kuta Bali, aku pernah berwisata. Semi nostalgia ceritanya sob. Sama-sama di pantai, sama-sama pantai berpasir, sama-sama sore hari. Yang beda hanya saat itu aku di Bali dan saat ini aku di Semarang. Saat itu aku di Kuta, saat ini aku di Maron.

Lamunanku mendadak terhenti karena sebuah perahu wisata menarik mataku. Aku berujar, “Kayaknya asyik nih naik perahu Ay….”. Dan Ayu, “Woke….” Dengan berbasah-basah celana, kita menuju perahu yang sedang merapat itu. Petugas perahu berteriak, “Ya dua penumpang lagi, berangkat……”. Terlihat perahu telah dinaiki beberapa pengunjung. Kebetulan sekali kita pas berdua sob. “Berapa pak satu orang?” tanyaku. “Tiga ribu mas.”, jawab petugas perahu. Jadi deh kita naik perahu itu. Dan kita duduk di bangku nomor dua dari depan. Wuih…asyiknya…..

Mesin perahu menyala. Perjalanan wisata susur pantai dimulai. Ombak pantai mengiringi perjalanan ini. Seketika itu juga, kegiatan berfoto ria menjadi kegiatan favorit. Perahu menjauhi bibir pantai terus merangkak pelan bak kura-kura. Pelan, pelan dan pelan, sehingga kita bisa menikmati perjalanan itu. Gelombang air yang tersapu angin mengajak kita berdansa. Bagi yang biasa “dugem” pasti tak asing dengan alunan musik DJ. Dengan siraman lampu disko. Dengan tarian-tarian sesuka hati. Dan perjalanan inilah ibarat itu semua. Hanya saja alunan musik DJ diganti dengan deru mesin perahu. Dan siraman lampu disko diubah dengan cahaya matahari sore. Dan tarian sesuka hati itu, adalah saat ombak menggoyang perahu.

Hampir 20 menit berlalu dan kembali perahu kita merapat di bibir pantai. Tepat di saat matahari hampir terbenam. Sunset….. kembali kita berfoto mengabadikan indahnya sore itu. Matahari yang biasanya terik, saat itu memancarkan sinarnya dengan lembut. Seolah ingin memamerkan dirinya yang cantik. Tapi memang sangat cantik sob sunset saat itu. Pelan tapi pasti sinarnya mulai hilang ditelan awan. Pertanda hari mulai berganti malam. Sungguh indah perjalanan itu sob. Ternyata Semarang poenya tempat wisata yang lengkap. Ada gunung ada laut, Ada hutan ada kebun binatang. Bangga juga sob kita dilahirkan di kota loenpia ini.

Kenangan indah dan tak terlupakan.

Minggu, 02 September 2007

HIJAU DAUN


Hai sob, slamat datang di semestamaya.blogspot.com. Salam kenal dari aku. Bisa dibilang kalo kamu baca blog aku ini, kamu bakal nemuin banyak hal tentang aku dan dunia akhirat. Entah ntu soal isu yang lagi hot ato perihal yang ringan tapi tetep renyah untuk dibaca. Dari narasi, opini sampe puisi. Intinya, kamu gak rugi deh ngebaca blog aku. Sapa tau kita bisa jadi pren. Hehehe….
sob, blog aku kasih judul hijau daun yap........ selamat menikmati.
Oya sob, orang bilang gak kenal gak sayang deh. Makana aku crita dulu ya kenapa. S
ob, kenapa aku namain hijau daun , awalnya sih karena aku suka ngedengernya. Mudah diapal dan pasti cepat ngerasuk ati n logika.
Nyang lainnya, coba sob perhatiin, di mana2 daun kan ijo. Sedap dipandang, sejukkan hati n pikiran. Coba sob bayangin, gimana kalo di peta bumi kita ntu biru semua. Ya pasti gak ada bumi kan, orang semuanya jadi laut. Biru kan identik dengan air. Tenggelam deh kita semua. Hehehe… semua ntu perlu ada keseimbangan. Allah bilang berpasangan. Makana di mana ada laut nyang ada di bagian bumi yang laen pasti ada hutan nyang ada di gunung-gunung gitu, semuanya ijo.
hijau daun deh.
Mau jauhan lagi maknain
hijau daun ? Boleh aja. Sekarang nyang secara ilmiah ya. Wa…kayakna berat nih. Makana, tukul bilang jangan anderestimet. Gini2 aku rajin pangkal pandai loh….hemat pangkal kaya donk.. hehehe….Jadi gini, Ibu Budi Sayekti bilang (nah loh sapa ntu?) hijaudaun tu sama dengan klorofil. Satu zat yang bisa ngebantu taneman buat ngemasak makanannya sendiri. Dengan bantuan sinar matahari taneman memasak makanannya di daun biar bisa hidup. Dari situ, baru diedarin ke seluruh bagian taneman laen sehingga bisa tumbuh. Prosesna dinamain fotosintesis. Bahan makanannya ntu adalah sbb.: CO2 (karbondioksida) nyang ada di udara, air nyang ada di tanah nyang diserep akar tanaman dan sinar matahari. Nah di sini hijau daun bekerja. hijau daun -lah nyang ngenangkep sinar matahari sehingga fotosintesis bisa jalan. Penting kan artina, coba kalo gak ada hijaudaun, mana bisa taneman ntu masak. Jelas kan, sob….
Nah kalo filosofisnya ada, soalna aku kan anak Sastra jadi berfilsafat tu biasa. Gini sob, pelan2 ya.
hijau daun , zat yang ngebantu memasak pada taneman. Ibaratnya aku ingin ngebantu nyokap ngidupin keluarga aku. Hijaudaun tu aku, memasak pada taneman ibarat ibu aku yang pandai memasak. “Maaf mah, aku blum bisa maksimal ngebantu mamah.” Lanjut, hijaudaun menangkap sinar matahari, maksudna aku pingin mencari ilmu sebanyak2nya biar bisa bermanfaat sebanyak2nya. Matahari bisa ibarat ilmu atau pelajaran hidup di dunia akhirat. hijau daun ngebikin daun hijau. Jadina enak dipandang. Aku ingin bisa menyejukkan orang yang ketemu aku, sejuk nyang denotatif ato konotatif. Cukup ya sob…..
Nah sekarang
hijau daun kalo dikaitin ma long lasting memories aku. Tukul bilang wait biuti (duduk manis) biar aku critain sob. Jadi gini, aku anak SMA 3 sob. Adanya di ibu kota pro. Jawa tengah, SEMARANG. Banyak lah sob kenangan waktu SMA. Salah satuna ya ini. Tadi sempet aku tulis nama seseorang kan? Ibu Budi Sayekti. Ntu dia kenangannya. Sob waktu kelas 1 ma 2 SMA, aku diajar ibu ntu pas pelajaran biologi. Terus terang sob, buat kita2 nih muridna, agak mrinding deh kalo udah denger namanya disebut. Apalagi mpek 3x….. hehehe… denger detak langkah kakina aja semua murid dah langsung diam seribu bahasa sambil menenggelamkan wajahnya masing-masing. Pada low profile kali, gengsi kalo dikenal Ibu Budi. Maap bu, kalo ibu baca ini. Bukan maksud loh…..tapi tetep kami hormat koq sama ibu. Itulah, kenapa hijau daun lahir. Aku adalah hijaudaun, hijaudaun bahasan di biologi, biologi gurunya Ibu Budi Sayekti. Singkatnya, aku muridnya Ibu Budi Sayekti. Hehehehhe….